Norman Yazid            (11018)
Adhi Prahara              (11048)
Ardi Rimbawan          (11082)
Mochtar Aji N.           (11108)
Azwar Kurniawan       (11146)
Pada dasarnya, sistem keamanan dari Linux berdasarkan pada pengaturan “privilege” atau hak istimewa bagi pengguna untuk mengakses suatu file. Dalam sistem operasi Linux terdapat pembagian kelompok pengakses suatu file yaitu owner, group, dan others. Hak akses sebuah file dapat dilihat menggunakan perintah ls -al, perhatikan contoh dibawah ini:

Karakter pertama menunjukkan jenisnya, jika berisi karakter d, berarti itu adalah direktori/ folder sedangkan jika kosong berarti sebuah file. Sembilan karakter berikutnya menunjukkan hak aksesnya, dengan tiga karakter pertama menunjukkan hak akses untuk owner tersebut, tiga karakter berikutnya menunjukkan hak akses untuk group nya dan tiga karakter terakhir menunjukkan hak akses untuk user lain/ others.
Misal kita lihat pada baris pertama yang menunjukkan kondisi hak akses dari direktori Pictures. Ini menunjukkan hak akses ‘ardi’ sebagai owner terhadap direktori Pictures adalah hak sepenuhnya yaitu bisa melakukan read (r), write (w), dan execute (x), sedangkan group ‘anakkamera’ hanya dapat melakukan read (r) dan execute (x) tanpa bisa melakukan penulisan ataupun penghapusan. Untuk user yang tidak termasuk dalam group ‘anakkamera’ bisa disebut sebagai others dan hanya memiliki hak untuk melakukan execute terhadap direktori Pictures.
Privilege tersebut dapat diubah dengan memasukkan parameter nilai tertentu. Untuk hak akses read nilainya 4, untuk write nilainya 2, dan untuk execute nilainya 1. Dengan mengkombinasikan nilai pada masing-masing hak akses tersebut, akan didapatkan hak akses masing-masing owner, group dan others. Perhatikan tabel nilai Hak Akses Nilai berikut:
- 0 Tidak memiliki hak akses (tidak dapat di akses)
r- 4 Dapat dibaca dan ditulis (diedit)
rw- 6 Dapat dibaca dan ditulis (diedit)
rwx 7 Dapat dibaca, ditulis dan dieksekusi (dijalankan)
r-x 5 Dapat dibaca dan dijalankan, tetapi tidak dapat diedit
-x 1 Hanya dapat dijalankan
Untuk mengubah hak akses suatu file/ direktori, kita dapat menggunakan perintah “chmod”. Misal kita ingin mengubah hak akses terhadap direktori Pictures agar semua user dapat melakukan read, write, dan juga execute.

Dengan begini, ‘ardi’ sebagai owner beserta user yang lainnya (baik dalam group ‘anakkamera’ ataupun yang lainnya) dapat mengakses direktori Pictures secara leluasa.