revive
17 12 2009
blog yang ga penting n ga jelas hasil corat-coret ini akhirnya kembali mengudara setelah “mati suri” beberapa bulan…,
let’s see what we get!!
Categories : Uncategorized
blog yang ga penting n ga jelas hasil corat-coret ini akhirnya kembali mengudara setelah “mati suri” beberapa bulan…,
let’s see what we get!!
mavubunuke…
ixunotes…
ixunotes…
Keamanan? Mungkin yang terbayang dalam benak kita ketika mendengar kata itu adalah… SATPAM? Hehe.. bisa jadi, setidaknya itu yang terlintas di benak saya. :p Tapi yang akan dibahas disini adalah tentang satpam,. eh.. keamanan system operasi, terutama Linux. Bagi anda yang pengguna Windows mungkin sudah sangat mengenal berbagai macam aplikasi untuk keamanan seperti antivirus, firewall, dll. Memang sih, dilihat dari pengalaman sehari2, OS dari Windows memang cenderung lebih rentan terhadap serangan2 virus, spyware, dan bahkan manusianya langsung. Sedangkan Linux cenderung lebih aman dalam hal tersebut.
Namun, kadangkala bagi pengguna Linux, mereka seringkali melupakan tentang keamanan itu sendiri, karena mungkin sudah mentang2 merasa lebih aman ketimbang Windows. Jika ada yang mengatakan bahwa Linux adalah OS yang aman maka hal ini perlu di kaji lagi dan mungkin terlalu percaya diri. Para master security mengatakan bahwa tidak ada OS yang seratus persen aman. Yaa, meskipun Linux atau keluarga Unix memang lebih aman ketimbang keluarga Microsoft.
Tapi tak perlu khawatir, karena disini saya akan memberikan beberapa poin2 penting dalam mengoptimalkan satpam alias keamanan pada Linux. Terutama ketika PC ataupun laptop kita berisikan file2 penting, berharga, dan mungkin sangat rahasia. Dan berikut ini adalah poin2nya:
Setelah semua itu terpenuhi, Anda bisa sedikit lebih lega, karena security PC/laptop anda akan lebih terjamin, tapi bukan berarti itu 100% aman, karena setiap waktu teknik2 penyerangan akan selalu berkembang, sehingga kita pun harus tetap bersiap2… ![]()
Norman Yazid (11018)
Adhi Prahara (11048)
Ardi Rimbawan (11082)
Mochtar Aji N. (11108)
Azwar Kurniawan (11146)
Pada dasarnya, sistem keamanan dari Linux berdasarkan pada pengaturan “privilege” atau hak istimewa bagi pengguna untuk mengakses suatu file. Dalam sistem operasi Linux terdapat pembagian kelompok pengakses suatu file yaitu owner, group, dan others. Hak akses sebuah file dapat dilihat menggunakan perintah ls -al, perhatikan contoh dibawah ini:
Karakter pertama menunjukkan jenisnya, jika berisi karakter d, berarti itu adalah direktori/ folder sedangkan jika kosong berarti sebuah file. Sembilan karakter berikutnya menunjukkan hak aksesnya, dengan tiga karakter pertama menunjukkan hak akses untuk owner tersebut, tiga karakter berikutnya menunjukkan hak akses untuk group nya dan tiga karakter terakhir menunjukkan hak akses untuk user lain/ others.
Misal kita lihat pada baris pertama yang menunjukkan kondisi hak akses dari direktori Pictures. Ini menunjukkan hak akses ‘ardi’ sebagai owner terhadap direktori Pictures adalah hak sepenuhnya yaitu bisa melakukan read (r), write (w), dan execute (x), sedangkan group ‘anakkamera’ hanya dapat melakukan read (r) dan execute (x) tanpa bisa melakukan penulisan ataupun penghapusan. Untuk user yang tidak termasuk dalam group ‘anakkamera’ bisa disebut sebagai others dan hanya memiliki hak untuk melakukan execute terhadap direktori Pictures.
Privilege tersebut dapat diubah dengan memasukkan parameter nilai tertentu. Untuk hak akses read nilainya 4, untuk write nilainya 2, dan untuk execute nilainya 1. Dengan mengkombinasikan nilai pada masing-masing hak akses tersebut, akan didapatkan hak akses masing-masing owner, group dan others. Perhatikan tabel nilai Hak Akses Nilai berikut:
- 0 Tidak memiliki hak akses (tidak dapat di akses)
r- 4 Dapat dibaca dan ditulis (diedit)
rw- 6 Dapat dibaca dan ditulis (diedit)
rwx 7 Dapat dibaca, ditulis dan dieksekusi (dijalankan)
r-x 5 Dapat dibaca dan dijalankan, tetapi tidak dapat diedit
-x 1 Hanya dapat dijalankan
Untuk mengubah hak akses suatu file/ direktori, kita dapat menggunakan perintah “chmod”. Misal kita ingin mengubah hak akses terhadap direktori Pictures agar semua user dapat melakukan read, write, dan juga execute.
Dengan begini, ‘ardi’ sebagai owner beserta user yang lainnya (baik dalam group ‘anakkamera’ ataupun yang lainnya) dapat mengakses direktori Pictures secara leluasa.
wah, kalo buat aku yang notabene jarang dan bahkan ga pernah bergelut sama yang namanya ketik-mengetik makalah ini, sudah pasti ketrampilan atawa kecepatan ngetik ku masih sangat lambat, soalnya pas ngetik juga musti liat buku yang mau diketik+hasil ketikan dilayar komputer. tapi kalo dalam keadaan darurat (kaya sekarang.haha..,) cara ngetik yang tadinya pake 1-1 jari, 1 jari kanan+1 jari kiri ini bisa juga secepat juru ketik kantoran, buktinya buat nge-post tulisan ini cuma butuh waktu beberapa menit.he2x…,. ByTheWay, sambil nulis posting-an ini, secara ga sengaja aku nemuin situs buat ngetest kecepatan ngetik, seru juga kupikir, makanya langsung tak coba, eh ternyata hasil kecepatan ngetik aku 25 kata per 60 detik alias 1 menit aku cuma bisa ngetik 25 kata.(huft…, bad result). ni hasil printscreen test yang aku coba :
buat temen2 yang pingin coba bisa dibuka disini: http://indonesian-speedtest.10-fast-fingers.com/

